Permasalahan dan Upaya Kota Solo Menjadi Kota Eco-Cultural City
Keywords:
Permasalahan, Kota Solo, Eco -Cultural CityAbstract
Untuk mewujudkan kota solo sebagai kota eco-cultural city belum dapat terlaksana dengan sempurna, karena ada kendala yang harus diselesaikan. Masalah tersebut antara lain: luas ruang terbuka hijau (RTH) yang masih kurang dari 30% sesuai amanat Undang-Undang, pengelolaan sampah masih belum sempurna terutama teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan, dan belum semua pelaku usaha terutama industry rumah tangga memiliki instalasi pengolahan air limbah yang memadai. Perlu adanya partisipasi masyarakat luas baik dunia pendidikan, pelaku industry pariwisata, Industri manufaktur dan pemerintah daerah Kota Surakarta untuk mewujudkan kota solo sebagai Kota ramah lingkungan. Kota ramah lingkungan hanya akan bisa terwujud jika pemerintah daerah Kota Surakarta memiliki payung hukum dalam bentuk peraturan daerah (PERDA), sehingga semua stakeholder taat pada kebijakan yang telah dibuat




