Permasalahan dan Upaya Kota Solo Menjadi Kota Eco-Cultural City

Authors

  • Elvis Umbu Lolo Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Teknologi Solo Author
  • Cicik Sudaryantiningsih Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Teknologi Solo Author
  • Yonathan Suryo Pambudi Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Teknologi Solo Author
  • Widianto M.T Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Teknologi Solo Author
  • Richardus Indra Gunawan Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Teknologi Solo Author
  • Agerippa Yanuranda Krismani Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Teknologi Solo Author

Keywords:

Permasalahan, Kota Solo, Eco -Cultural City

Abstract

Untuk mewujudkan kota solo sebagai kota eco-cultural city belum dapat terlaksana dengan sempurna, karena ada kendala yang harus diselesaikan. Masalah tersebut antara lain: luas ruang terbuka hijau (RTH) yang masih kurang dari 30% sesuai amanat Undang-Undang, pengelolaan sampah masih belum sempurna terutama teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan, dan belum semua pelaku usaha terutama industry rumah tangga memiliki instalasi pengolahan air limbah yang memadai. Perlu adanya partisipasi masyarakat luas baik dunia pendidikan, pelaku industry pariwisata, Industri manufaktur dan pemerintah daerah Kota Surakarta untuk mewujudkan kota solo sebagai Kota ramah lingkungan. Kota ramah lingkungan hanya akan bisa terwujud jika pemerintah daerah Kota Surakarta memiliki payung hukum dalam bentuk peraturan daerah (PERDA), sehingga semua stakeholder taat pada kebijakan yang telah dibuat

Downloads

Download data is not yet available.

Additional Files

Published

2026-01-19

How to Cite

Permasalahan dan Upaya Kota Solo Menjadi Kota Eco-Cultural City. (2026). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SOLOTECH, 1(1), 5-14. https://jurnal.ukts.ac.id/index.php/pkmsolotech/article/view/89