Pendidikan Pemilih Berkelanjutan dan Integrasi Literasi Digital dalam Penguatan Demokrasi: Studi Kasus Komunitas Pangudi Luhur Surakarta Pasca Pemilu 2024
Keywords:
Pendidikan pemilih, Literasi digital, Demokrasi, KPU, Komunitas Pangudi LuhurAbstract
Program Pendidikan Pemilih Berkelanjutan merupakan inisiatif strategis dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperkuat demokrasi secara berkesinambungan, bahkan setelah pemilu usai. Kegiatan pengabdian ini menyasar komunitas guru, alumni, dan pensiunan Yayasan Pangudi Luhur sebagai agen literasi demokrasi lintas generasi. Narasumber yang juga dosen Teknik Informatika UKTS dan mantan Ketua KPU Surakarta (2018–2023) menyampaikan materi yang memadukan wawasan digital dan pengalaman kepemiluan. Artikel ini menganalisis kegiatan berbasis sosialisasi yang membahas isu polarisasi digital, disinformasi, etika publik yang menurun, serta kurangnya pemahaman terhadap institusi demokrasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, terbentuknya kolaborasi, dan munculnya inisiatif literasi politik dan digital. Program ini menjadi model pendidikan pemilih yang kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari




